" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > mudah vonis golong lain bid ' ah < / h3 > " , " isi " :[ " saya mau tanya . mengapa kelompok salaf begitu mudah vonis kelompok lain bid ' ah . seperti vonis para dakwah dari yang orang bilang kelompok jamaah tablig . padahal mereka sering kali dakwah sampai pelosok untuk sebar ajar allah dan rosulnya . " , " terima kasih ustadz . " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " tue 15 january 2008 00 : 19  " , "  5 . 879 views  n " , " n " , " n " , " saya mau tanya . mengapa kelompok salaf begitu mudah vonis kelompok lain bid ' ah . seperti vonis para dakwah dari yang orang bilang kelompok jamaah tablig . padahal mereka sering kali dakwah sampai pelosok untuk sebar ajar allah dan rosulnya . " , " terima kasih ustadz . " , " n " , " r nurusan main vonis , main tuduh main diskriditkan saudara sendiri , benar bukan hanya jadi di kalang yang aku bagai salafy saja . tanpa sadar , terkadang tindak dan sikap seperti itu sering juga kita laku , meski dengan kadar yang beda . " , " sayang , begitu orang atau satu pihak rasa kurang sepakat dengan apa yang jadi dapat saudara , dia lantas bicara di mimbar umum , baik dalam ceramah atau pun media massa . " , " sehingga akhir orang yang tidak tahu urus akhir jadi ikut - ikut . beda yang pada dasar sangat sederhana , akhir jadi fitnah dan benci , ketika masalah kemudian buka di publik . " , " harus aku , ini adalah tipikal kita cara seluruh . bukan milik hanya satu kelompok saja . " , " entah siapa yang mulai , tetapi saat ini boleh bilang bahwa gaya dakwah kita cara umum tanpa harus tunjuk hidung , sudah hilang nilai - nilai santun . olah siapa pun yang dapat tidak sama dengan dapat kita , harus jadi lawan . dan yang nama lawan , harus lumat dan malu di depan publik . " , " tentu saja yang leceh di depan publik tidak bisa terima dengan cara - cara yang langgar sunnah nabi itu . walau pun ngakunya ingin hidup sunnah nabi , tetapi karena cara - lagi lagi masalah cara - yang tidak manusiawi , maka bukan yang ingat itu sadar , tetapi malah rencana untuk ' balas dendam ' . " , " lalu jadi perang caci , maki , kutu dan sumpah serapah di antara dua pihak yang sama - sama aku umat muhammad saw , " , " . " , " tidak ada jalan damai dan bahasa santun yang bisa guna ? demikian mati kah hati kita sehingga saudara kita sendiri sudah kita jadi " , " ? " , " lihat saja apa yang laku oleh bagi saudara kita , meski judul mau berantas bid ' ah , tetapi mungkin karena cara kurang santun , yang jadi malah hujat dan maki di depan publik . " , " tentu saja yang hujat dan maki radang . bukan kaji apa yang ingat , tetapi yang pikir kemudian adalahbagaimana cara untuk balas ' serang ' . " , " bagai contoh paling klasik aalah seteru antara kalang yang label bagai kelompok wahabi yang memang tidak pernah akur dengan pihak yang sering sebut bagai kalang tradisional . " , " yang satu tuduh saudara bagai ahli bid ' ah , yang tuduh balas caci dengan kata bahwa lawan itu bagai turun maling atau samun gurun pasir . " , " yang satu anggap diri adalah satu - satu sumber benar , yang lain anggap diri adalah laksana sunnah nabi . dua - dua aku muslim dan sedang berdawah , tetapi sayang dua sibuk baku hantam dan tonton orang banyak . " , " mungkin urat malu sudah pada hilang . " , " yang lebih parah , ada anggap aneh bahwa bila bisa caci saudara sendiri di mimbar bebas , orang rasa sudah melaksanaka amar makruf nahi mungkar . dan tindak itu anggap bagai prestasi yang bisa bangga . " , " nanti dia akan cerita kepada teman - teman bahwa dia sudah hasil dakwah , bukti diri sudah sempat caci maki kelompok yang beda dapat dengan . olah - olah kalau sudah caci maki , arti masalah sudah selesai , prestasi sudah raih . " , " ini bukan hanya jadi pada kalang salafy yang anda cerita , tetapi boleh bilang ini sudah khas jadi ciri kita bagai muslim cara seluruh . olah kalau orang ustadz dalam pidato belum sempat caci sana maki sini , belum anggap ustadz yang berani . belum hak dapat tepuk tangan dan belum anggap bagai ulama . " , " jadi turut ikut , orang ustadz harus berani caci maki sama umat islam , baru dia anggap punya ilmu . kalau belum caci , arti ilmu masih " , " alias dangkal . " , " ini adalah salah paradigma pikir yang amat fatal . dan tidak boleh diam begitu saja . harus henti dan akhir . " , " dakwah kita sekarang ini sudah masuk ke era dialog yang santun dengan sama elemen dakwah . sebab pecah umat islam tidak lain sumber dari pecah elemen dakwah itu sendiri . " , " buah masalah khilafiyah tidak harus selalu sikap dengan sikap musuh , apalagi sampai harus sakit hati orang lain . khilafiyah biar saja tetap khilafiyah . dan mari kita tetap saudara dalam khilafiyah . " , " jangan jadi urus khilafiyah bagai komoditas dalam populer diri atau daya tarik untuk banyak ikut . jadi masalah khilafiyah ini bagai media kita untuk erat tali ukhuwah . " , " kalau semua tidak - puas atas suatu masalah khilafiyah harus tanggap cara barbar seperti itu , maka yakin bahwa umat islam masih akan tetap centang renang sampai akhir zaman . dakwah yang kibar - kibar hanya akan jadi sia - sia , karena lahir ribu hati yang luka . "
